Gejala Sakit Perut Serius : Tips Cara Pencegahan Penyebab dan Membedakan

Posted on

Gejala Sakit Perut Serius : Tips Cara Pencegahan Penyebab dan Membedakan – Semangat pagi, Fater dokter Ryan Thamrin. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang sakit perut. Sakit perut yang umum terjadi biasanya dianggap hanya merupakan akibat dari masuk angin biasa. Namun beberapa jenis sakit perut merupakan pertanda penyakit berbahaya bahkan mematikan. Kondisi seperti batu empedu, hingga terjadinya peradangan pada pankreas. Bagaimanakah cara membedakan antara sakit perut biasa dengan sakit perut akibat penyakit serius ?

Cara Mengobati Sakit Perut

Perut bisa menandakan berbagai hal, mulai dari hal yang sederhana bahkan sesuatu yang serius yang bisa mengancam bahaya berupa kematian. disini saya ingin memberitahukan kepada anda bahwa ada beberapa gejala atau keluhan yang berkaitan dengan gejala sakit perut.

Mungkin anda pernah mendengar istilah disentri dan kolera. disentri ini adalah suatu penyakit di daerah pencernaan yang disertai diare dan keluarnya darah. Kalau kolera, adalah merupakan penyakit pada pencernaan yang disertai diare dan berlendir.

Membedakan Sakit Perut

Pada proses infeksi yang diakibatkan oleh bakteri atau kuman, salah satunya adalah kolera yang disebabkan oleh bakteri disentri. Untuk penanganan pada kasus disentri atau kolera, dengan gejala diare yang terus menerus, kemudian ada darah atau lendir, mengakibatkan resiko dehidrasi cukup tinggi.

Tips Cara Penanganan Disentri / Kolera

Cara mudah untuk mengatasi sakit perut dengan ditandai adanya penyakit disentri dan kolera adalah sebagai berikut :

  1. Rehidrasi, minumlah air putih atau oralit. Jika tidak suka dengan rasa oralit anda bisa meminum air teh sebagai pengganti oralit. Anda bisa juga meminum air kelapa muda untuk mengembalikan dehidrasi akibat diare.
  2. Segera Bawa Ke dokter, untuk penanganan lebih optimal agar bisa diberikan obat anti biotik atau anti kuman dan anti bakteri.
Baca :   Bahayakah Perawatan Bayi Prematur Dalam Inkubator

Acid Reflux (Asam Lambung Berlebihan)

Pernahkah anda tiba tiba merasakan rasa nyeri pada ulu hati kemudian disertai rasa panas dan rasa seperti terbakar pada bagian dada atas, serasa seperti asam ditenggorokan bahkan sampai keluar ? jika ya, ini adalah gejala yang dinamakan Acid Reflux, yaitu suatu kondisi meningkatnya asam lambung dikarenakan sebab tertentu.  Kalau Acid Reflux / asam lambung ini kebawah, bisa mengakibatkan kembung bahkan diare. Kalau Acid Reflux / asam lambung ini ke atas, akan mengakibatkan rasa seperti panas terbakar pada dada bagian atas, bahkan bisa sampai ketenggorokan dan terasa asam.

Bisa juga kondisi ini (Asam Lambung Berlebih) atau istilahnya adalah GERD (Gastro Esophageal Reflux Disorder yaitu asam lambung yang keatas melewati tenggorokan. Jika keluhan ini didiamkan dalam waktu lama bisa mengakibatkan iritasi pencernaan bagian atas dan terjadi keropos gigi.

Penyebab Asam Lambung Meningkat

Jadi, meningkatnya asam lambung berlebih bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti stress, infeksi, makanan dan minum dan menyebabkan peningkatan asam lambung. Ada keluhan mirip dengan gejala asam lambung, tapi gejalanya nyeri pada bagian tengah dada bahkan menyebar pada bagian kanan sampai rusuk bagian belakang punggung.

Banyak penderita mengira sakit maag, bahkan para dokter juga yang belum melakukan diagnosa yang lengkap mendiagnosanya ini sakit maag. Ternyata ini merupakan keluhan batu empedu.

Baca :   Anda Harus Coba 4 Tips menjaga Kebugaran Tubuh Dalam Perjalanan Ini

Sakit Batu Empedu

Batu empedu terletak pada belakang hati, pada bagian saluran empedu dan empedu. Resiko kenapa seorang penderita sampai nyeri bahkan sakit sampai ke tulang rusuk, mual muntah apabila batu empedu tsb rusak.
Apabila batu empedu pada ukuran tertentu oleh dokter  diperiksa dan ukurannya masih kecil bisa diberikan obat untuk mengatasinya. Namun batu empedu yang besar pengobatannya harus dilakukan operasi untuk menghancurkan batu empedu.

Penyakit Usus Buntu

Dibagian usus, ada lagi suatu penyakit yang cukup sering diderita oleh masyarakat kita tapi disepelekan yaitu usus buntu. Penyakit usus buntu kebanyakan disebabkan karena infeksi. Usus buntu bisa diawali karena pasien sering sembelit (susah buang air besar), yang namanya kotoran kan banyak kuman akhirnya jatuh kebawah sampai ke daerah umbai cacing (appendix) usus buntu.

Cara Kenali (diagnosa) Gejala Sakit Usus Buntu

Cara paling mudah untuk mendiagnosa atau mengenali apakah kita terkena usus buntu atau tidak dengan gejala seperti berikut :

  • 1. Anda tekan perut bawah bagian kanan, maka akan terasa nyeri seperti nyeri pada saat menstruasi.
  • 2. Anda tidur telentang, kaki kanan ditekuk searah dada. Jika anda merasakan sakit dan nyeri seperti haid atau menstruasi, itu merupakan gejala sakit usus buntu.

Banyak kasus usus buntu ini apabila umbai cacing usus buntu pecah akan menyebabkan iritasi pada usus. Itu luar biasa sakitnya, dan harus segera dioperasi dan biasanya juga disertai dengan demam.

Baca :   Tips dan Trik Cara Mencegah dan Mengatasi Bau Mulut

Penyakit Iritasi Usus (Irritable Bowel Syndrome)

Pengertian Irritable Bowel Syndrome adalah kondisi feses atau kotoran yang terlalu keras. Feses setelah diproses dalam sistem pencernaan karena keras, kemudian gerakan si feses ini tidak beraturan. Karena perjalanan dari feses ini tidak beraturan, jadi bisa saja feses yang keras ini mampet dan macet di tengah atau ditengah usus besar.

Yang namanya kotoran, bila didiamkan dalam kondisi lama maka akan menyebabkan iritasi pada usus. Ini njuga tergantung lagi oleh penyebab penyebab lainnya.

Penyebab Feses Keras (Sembelit)

Bisa dikatakan, penyebab dari feses yang keras dan iritasi usus ini dikarenakan oleh kurang serat dan makanan yang tidak bersih/ sehat. Bisa juga karena gangguan penghantaran sinyal saraf di otak.
Jadi, prinsipnya adalah dari berbagai gejala yang disertai sakit perut, mual, kembung, diare segera diperiksakan ke dokter untuk memastikan terapi apa serta penyebab pastinya apa. Karena hal ini bisa beresiko terhadap tidak hanya kesehatan tetapi juga keselamatan nyawa anda. Terimakasih, jangan lupa LIKE dan SHARE artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *