Dr. OZ Bahaya Lilin Aromaterapi

Posted on

Lilin Aromaterapi Berbahayakah ? Berbicara mengenai kegemaran seseorang dan berhubungan dengan kesehatan, dan juga bisa berpotensi mengganggu kesehatan misalkan liin aromaterapi. Nah pembahasan kali ini mengenai lilin beraromaterapi itu berbahayakah bagi kesehatan kita ? Kesempatan update kali ini ingin membahas sejauh mana dampak dari lilin Aromaterapi tersebut . Tentunya beberapa senyawa kimia dihasilkan dari lilin tersebut, senyawa apakah yang paling berpotensi menimbulkan penyakit.

Lilin aromaterapi biasanya terbuat dari bahan hidrokarbon, dan hidrokarbon ini terbuat dari parafin. Parafin ini kalau terbakar dalam suatu ruangan itu berarti bisa merupakan sumber polutan. Apa yang bisa ditimbulkan oleh beberapa senyawa tadi ?

Adakah senyawa yang berbahaya dalam lilin aroma terapi baik jangka pendek atau jangka panjang ?

Dr. OZ Bahaya Lilin Aromaterapi

Dampak jangka pendek bagi pasien yang memiliki bakat alergi dan asma itu hidungnya bisa terangsang dan ini akan menimbulkan gejala alergi seperti hidung tersumbat, bersin, pusing atau mual. Untuk penderita asma dia sangat sensitif bisa menimbulkan batuk-batuk, sesak nafas karena efek samping dari bahan lilin aromaterapi.

Karena akibat pembakaran parafin tadi, itu kemungkinan bisa terjadi produk-produknya yang terurai di udara dan ini mengandung bahan karsinogenik yang dapat memicu kanker. Karsonogenik adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker, namun ini membutuhkan proses yang lama dan jangka panjang dan konsentrasinya tinggi. Resiko dari pengguanaan lilin aromaterapi dalam jangka waktu lama adalah pencetus kanker. Namun tidak semudah itu, potensinya ada tapi memerlukan proses dan waktu akumulasi zat tadi sehingga menimbulkan kanker.

Bagi para pekerja yang bekerja dibidang seperti contohnya spa aromaterapi atau spa lilin aromaterapi dan sering mengalami interaksi dengan lilin aromaterapi seperti menghirup, mungkin itu termasuk penyakit akibat kerja. Oleh karena itu maka yang penting adalah pencegahan jangan sampai terjadi penyakit. Untuk lilin yang sangat umum dikenal masyarakat kita adalah lilin yang biasa yang warna putih tanpa aroma dan lilin ber aromaterapi seperti apa perbandingannya ? 

Untuk lilin biasa sebagai fungsi untuk penerangan bahannya biasanya dari parafin, untuk lilin aromaterapi itu mempunyai kandungan bahan parafin dan dicampur dengan bahan-bahan aditif lainnnya seperti pengharum dan ekstrak dari suatu tumbuhan tertentu atau bisa juga mengandung bahan sari dari buah-buahan. Interaksi dengan lilin aromaterapi tentunya memperbesar potensi jika dosis dan paparannnya yang lama. Yang disarankan untuk anda dalam interaksi dengan lilin ini sebaiknya memperhatikan prinsip hazard.

Padan prinsipnya lilin aroma terapi memiliki hazard yang memiliki efek negatif. Maka usahakan kalau bisa mengurangi seminimal mungkin penggunaan lilin aromaterapi, artinya jangan terlalu sering. Usahakan juga menggunakan ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik agar konsentrasi zat-zat yang berbahaya bisa dikurangi. Menggunakan masker untuk melindungi diri dari zat kimia yang terdapat dalam lilin aromaterapi.

Jadi kesimpulannya adalah pada dasarnya apapun yang kita gunakan mulai dari hal yang sederhana seperti lilin aromaterapi untuk memberikan aromaterapi baik itu diruangan yang untuk menenangkan diri dan merilekskan pikiran harus diperhatikan secara bijaksana, kenali diri kita apakah kita punya alergi atau tidak. Nah untuk anda masih banyak informasi menarik lainnya jadi tetap di dr. oz Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *