11 Tips Mujarab dan Paling Mantap Mengobati dan Mencegah Penyakit Demam Tifoid (Tifus / Tipes)

adv 1
adv 2
Demam tifoid atau demam enteric atau demam pythogenic atau demam lambung atau typhoid (penyakit tifus/tipes) merupakan jenis penyakit infeksi berat pada organ pencernaan (usus) yang banyak dialami usia balita, anak-anak, dan orang dewasa akibat mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar oleh air seni atau tinja penderita tipes yang mengandung bakteri gram negatif Salmonella enterica, Salmonella typhosa (Salmonella typhi). Penyakit tifus atau demam tifoid, dapat menular ke orang lain melalui makanan & minuman (foodborne diseases), air yang dipakai untuk mencuci bahan makanan (sayuran, buahan, dsb), peralatan makan (gelas, piring, sendok, dsb), atau melalui serangga lalat yang membawa bakteri Salmonella typhi dari air seni atau tinja penderita tifus akibat buruknya sanitasi terutama sanitasi public. Serangga lalat kemudian hinggap pada makanan dan minuman atau mencemari sumber air (sumur), ditambah lagipengolahan air serta makanan yang tidak bersih/higienis sehingga beresiko terjangkit penyakit tipes ini.

Mengobati dan Mencegah Penyakit Demam Tifoid

Salmonella typhi memerlukan waktu sekitar 8-72 jam untuk menyebabkan demam, sakit perut, dan diare.setelah seseorang mengkonsumsi makanan yang tercemar bakteri ini. Bakteri Salmonella typhi akan diserap di usus halus (saluran pencernaan), kemudian masuk ke dalam peredaran darah, menyebar pada organ hati dan limfa serta bisa menimbulkan infeksi serius bila menyerang golongan balita, anak-anak, wanita hamil dan kandungannya serta lanjut usia. Hal ini dikarenakan sistim kekebalan tubuh mereka yang belum kuat ataupun menurun (pada golongan usia lanjut). Demam tifoid atau penyakit tifus bila tidak segera ditangani bisa menyebabkan komplikasi seperti pendarahan usus, perforasi usus (usus berlubang), dsb

Gejala atau tanda-tanda yang biasa terlihat pada demam tifoid atau penyakit tifus (tipes), adalah :

Pelangsing Herbal Alami‎ www.drozindonesia.com Fiforlif Premium Boyke 100% Asli. arrow
FIFORLIF Boyke Slim Fiber BPOM www.drozindonesia.com Manfaat Fiforlif baik buat detox,kesehatan usus, langsing. arrow

  1. Demam tifoid berlangsung selama 3 sampai 4 minggu (1 bulan), karena masa inkubasi Salmonella typhi (waktu masuknya bakteri ke dalam tubuh hingga munculnya gejala) berlangsung 3-21 hari, tergantung dari status kesehatan dan kekebalan tubuh penderita.
  2. Gejala awal demam tifoid, penderita akan mengalami demam tinggi dan menggigil dengan suhu tubuh 39°C hingga 40°C dan menurun pada pagi hari, kemudian meningkat lagi pada sore dan malam hari. Demam cenderung meningkat setiap hari sampai puncaknya di akhir minggu pertama atau kedua, kemudian berangsur-angsur turun sampai minggu keempat (bila tidak terdapat infeksi).
  3. Tanda-tanda awal seperti pusing, sakit kepala, mual, muntah, tidak nafsu makan, diare terus menerus, konstipasi (sembelit), sakit perut, nyeri lambung, dsb
  4. Lidah penderita tifoid terlihat kering dan kotor (ada selaput lendir putih di bagian tengah) sementara di pinggir dan ujung lidah terlihat merah terang, dan akan merasa lidahnya pahit, bibir kering, tubuh terasa lemas, nafas berbau tak sedap, kulit kering, dsb
  5. Gejala lain seperti malaise (tidak enak badan atau lesu), nyeri tenggorokan, myalgia (badan pegal-pegal atau nyeri otot), letargi (berkurangnya daya konsentrasi seperti menjadi linglung), delirium (gelisah, sering mengigau), sakit pada bagian dada, batuk, rambut kering dan rontok secara tidak wajar, pembesaran hati dan limfa  dan akan nyeri bila diraba, bila sudah cukup parah muncul gejala kuning karena organ hati dan limfa membengkak seperti gejala hepatitis, terkadang muncul bintik/ruam merah  (rose spot) pada bagian dada bawah dan perut, dsb
  6. Keluhan-keluhan tersebut diatas rata-rata terjadi pada  minggu pertama hingga minggu kedua, namun untuk lebih memastikannya diperlukan diagnosa lebih lanjut melalui pemeriksaan laboratorium dengan mengambil sample darah untuk diuji dan mengetahui ada atau tidaknya bakteri Salmonella typhi. Pemeriksaan darah sangat penting karena diagnosis tifus tidak bisa hanya berdasarkan dari pemeriksaan fisik dan melihat gejalanya saja. Jika hasil pemeriksaan diketahui positif menderita demam tifoid atau tifus, maka perlu dilakukan langkah penanganan.
  7. Pada minggu ketiga, demam mulai mereda  sampai minggu keempat dan suhu kembali normal (penyakit tifus berakhir). Namun bisa juga terjadi pada minggu ketiga kemungkinan komplikasi. Komplikasi tifoid/tipes biasanya ditandai dengan suhu mendadak turun seperti suhu normal, namun denyut nadi malah meningkat, perut nyeri seperti melilit, dan penderita terlihat seperti sakit kronis. Komplikasi bisa menyebabkan pendarahan pada usus, perforasi usus (usus berlubang) sehingga perlu dilakukan operasi penutupan lubang pada usus, dehidrasi sehingga penderita perlu diberikan cairan intravena, mengalami meningitis (radang selaput otak), dsb.
Nah jika anda atau anggota keluarga mengalami kondisi tersebut, jangan khawatir berikut ini, 11 Tips Mujarab dan paling Mantap Mengobati dan Mencegah Penyakit Demam Tifoid (Tifus / Tipes), yakni :
Pengobatan demam tifoid (penyakit tifus) :
  1. Tempatkan penderita pada kamar tersendiri, cuci semua pakaian, sprei, dll dengan sabun atau detergen dan jemur dibawah terik matahari. Alat-alat makan dicuci dengan air panas dan memakai sabun pencuci piring.
  2. Bila penderita demam, ukur suhu tubuhnya dengan menggunakan thermometer setiap 4 jam sekali, cara mengukur suhu tubuh dapat dilakukan dengan beberapa metode, selengkapnya bisa anda baca pada artikel disini. Untuk menurunkan demam, anda bisa mengompres dengan air hangat, cara mengompres untuk penanganan demam yang benar bisa anda baca pada artikel disini
  3. Penderita harus beristirahat dan berbaring di tempat tidur ketika demam sampai suhu kembali normal (kira-kira 3 minggu).
  4. Berikan makanan yang mengandung banyak cairan sepeti buah-buahan, dan makanan berprotein serta berkalori tinggi dengan tekstur yang lunak (lembut). Penderita juga harus banyak mengkonsumsi air putih dan juga supplemen multivitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh penderita.
  5. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi akibat diare, muntah, terutama pada balita dan anak-anak, segera berikan larutan elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Penanganan diare pada balita dan anak-anak selengkapnya bisa anda baca pada artikel disini
  6. Memberikan antibiotic seperti ampicilin (ampisilin), chloramphenicol (kloramfenikol), trimethoprim, sulfamethoxazole, dan ciprofloxcacin (siprofloksasin). Pemberian antibiotic dilakukan peroral atau intra muskular atau intravena bila diperlukan.
  7. Ampisilin diberikan dengan dosis 50-150 mg/kg Berat Badan /hari, dibagi dalam 4 kali pemberian. Amoksisilin dengan dosis 100 mg/kg Berat Badan /hari dibagi dalam 4 kali pemberian. Pemberian antibiotic ini dilakukan selama 2 minggu
  8. Chloramphenicol (Kloramfenikol) untuk dewasa dengan dosis 4 x 500 mg/hari, diberikan sampai 7 hari bebas demam. Pada anak-anak, kloramfenikol diberikan dengan dosis 100 mg/kg Berat Badan /hari, dibagi dalam 4 kali pemberian, dan diberikan selama 10-14 hari . Alternatif lain selain kloramfenikol, yaitu: tiamfenikol (untuk dewasa) dengan dosis 4 x 500 mg per hari, atau kotrimoksazol dengan dosis 2 x 2 tablet perhari, diberikan selama  2 minggu,
  9. Trimethoprim dengan dosis 10 mg/kg Berat Badan /hari) atau sulfamethoxazole (sulfametoksazol)      dengan dosis 50 mg/kg Berat Badan /hari) dibagi dalam 2 kali pemberian, untuk 5-7 hari
  10. Jika kondisi penderita juga tetap tidak ada perubahan, sebaiknya segera dibawa ke dokter atau pusat kesehatan (rumah sakit) untuk mendapatkan penanganan yang tepat karena ada kemungkinan bakteri kebal terhadap antibiotic tertentu. Biasanya dokter akan memberikan antibiotic dari golongan cephalosporin (sefalosporin) seperti ceftriaxone (seftriakson) dengan dosis 100mg/Kg Berat Badan / hari atau maksimal 3-4 gram/hari selama 5-7 hari, dan golongan fluorokuinolon seperti ciprofloxcacin diberikan dengan dosis 2 x 500 mg/hari, selama 6 hari, dan antibiotic cefotaxime (sefotaksim) dengan dosis 150-200 mg/kg Berat badan /hari, dibagi dalam 4 kali pemberian atau antibiotic cefixime untuk pengobatan demam tifoid pada anak-anak, dimana bakteri memiliki resistensi terhadap pengobatan standard.
  11. Jika anda lebih menyukai pengobatan secara alami, anda bisa menggunakan 5 jenis obat alami yang paling manjur dan mujarab yakni : madu & propolis, habbatussauda (jintan hitam), jahe, minyak zaitun, dan buah delima, selengkapnya dapat anda baca pada artikel disini. 
Pencegahan demam tifoid (penyakit tifus/tipes) :

  1. Membiasakan buang air di kamar mandi dan jamban, dan menjaga kebersihannya agar tidak dihinggapi lalat
  2. Membiasakan pola hidup sehat yakni dengan mengkonsumsi makanan bergizi, sayur-sayuran, buah-buahan, susu, suplemen multivitamin, istirahat yang cukup, berolahraga secara teratur, dan menghindari kegiatan yang terlalu capek dan melelahkan, agar tubuh sehat bugar dan stamina tetap terjaga sehingga tidak mudah terserang penyakit.
  3. Menerapkan kebiasaan hidup bersih dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun setelah buang air dan sebelum memegang makanan atau minuman
  4. Menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi yakni dengan mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi dan higienis (bersih dan dimasak matang),
  5. Menyimpan makanan dan minuman pada tempat tertutup agar tidak dihinggapi lalat yang kemungkinan membawa bakteri Salmonella typhi
  6. Tidak membeli makanan di sembarang tempat (pilih tempat yang bersih dan memiliki sarana air yang memadai),
  7. Jangan membuang sampah sembarangan sehingga mencemari lingkungan dan menjadi sumber sarang penyakit.
  8. Melakukan vaksinasi tifoid  untuk pencegahan untuk balita berusia 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun sekali
Pelangsing Herbal Alami‎ www.drozindonesia.com Fiforlif Premium Boyke 100% Asli. arrow
FIFORLIF Boyke Slim Fiber BPOM www.drozindonesia.com Manfaat Fiforlif baik buat detox,kesehatan usus, langsing. arrow
adv 3

Subscribe to receive free email updates: