Amankah Gunakan Tampon untuk Menstruasi

adv 1
adv 2
Amankah Gunakan Tampon untuk Menstruasi

Image source: http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8253474-16x9-large.jpg?v=2

Liputan6.com, Jakarta Saat menstruasi, belum poly wanita Indonesia yg memilih menggunakan tampon. Belum lagi, timbul poly isu yg menyelubungi penggunaan tampon. Salah satu risiko tampon yg paling acapkali dibahas merupakan toxic shock syndrome (TSS), alias sindrom trauma alasannya adalah keracunan. 

"Ketika tampon nir dipergunakan sesuai petunjuk & nir diganti misalnya yg diharuskan, yaitu 12 jam, akan timbul risiko toxic shock syndrome," ujar Jessica Shephers, M.D., seseorang profesor kepada bidang kebidanan & kandung & direktur dari Minimally Invasive Gynecology kepada The University of Illinois College of Medicine kepada Chicago, AS, mengutip Women's Health, Senin (7/8/2017).

Namun, TSS ini sporadis terjadi. Menurut riset dari University of Minnesota, hal ini hanya terjadi kepada satu dari 100 ribu wanita yg menggunakan tampon setiap tahunnya.

Tampon jua memungkinkan Knda terpapar infeksi bakteri ketika menstruasi. Ini terjadi bila Knda lupa sedang menggunakannya & membiarkan tampon kepada dalam dalam waktu usang, ujar Shepherd. Namun, dia jua mengungkapkan, tampon sebenarnya cukup kondusif, & hanya akan bermasalah bila dipergunakan nir sesuai bareng anggaran yg berlaku.

Knda mungkin jua pernah mendengar, bahan-bahan yg dipergunakan buat menciptakan tampon mampu mengakibatkan kasus. Namun Lauren Streicher, M.D., profesor pendamping buat bidang kandungan & kebidanan klinis kepada Northwestern University Feinberg School of Medicine, mengungkapkan, sebenarnya nir timbul yg wajib dikhawatirkan.

Menurut FDA--BPOM AS--yg meregulasi tampon, produk-produk ini dibentuk dari kapas, rayon, atau campuran dari keduanya. Rayon dibentuk dari serat selulosa dari bubuk kayu.

"Untuk proses ini, bubuk kayu akan diputihkan," ujar FDA. Pada masa lalu, proses pemutihan ini dikenal menjadi menjadi risiko potensial yg mungkin mengakibatkan perseteruan reproduksi, tetapi FDA menegaskan, proses pemutihan ini sudah nir lagi dipergunakan.

"Material rayon mentah yg dipergunakan kepada tampon kepada AS kini diproduksi menggunakan proses bebas klorin," pihak FDA menambahkan.

"Sudah nir timbul lagi racun, nir timbul zat kimia," ujar Streicher. Cuma pastikan Knda nir memilih produk berpewangi, alasannya adalah hal ini mampu memicu iritasi kepada vulva.

Bika Knda tertarik buat menggunakan cara lain lain selain tampon, para pakar mendukung Knda buat melakukannya. Namun, jangan merasa takut buat menggunakan tampon alasannya adalah Knda menduga mereka buruk buat kesehatan vagina.

"Bika seseorang ingin menggunakan cup menstruasi alasannya adalah hal itu baik buat lingkungan, maka puji Tuhan--tetapi pilihan itu bukan berarti merupakan pilihan yg lebih sehat," lanjut Streitcher. "Tidak timbul sisi buruk dari penggunaan tampon reguler."
adv 3

Subscribe to receive free email updates: