Darah menstruasi sebagai karya seni, unik atau menjijikkan

adv 1
adv 2
Darah menstruasi sebagai karya seni, unik atau menjijikkan

Image source: http://1.bp.blogspot.com/-v-ADa9EgJAc/VT0DMwLrKDI/AAAAAAAAanU/-nDYmMvaM-4/s1600/Gambar%2BUnik%2BLukisan%2BTembok%2BArt%2B18.jpg

Potret memakai konsep fotografi makro merupakan hal yg lumrah dewasa ini. Biasanya objek-objek yg berukuran sangat mungil difoto memakai cara ini.

Namun jikalau biasanya para fotografer mengarah hewan, tanaman, atau bagian tubuh berukuran mikroskopis misalnya sel serta tulang menjadi objek fotografi makro, Jen Lewis justru mengarah darah menjadi objek. Lebih tepatnya darah menstruasi.

Dilansir The Huffington Post, fotografer ini mencoba buat mengeksplorasi serta membuatkan keindahan keindahan sumber darah menstruasi yg biasanya selalu dicermati negatif.

Melalui proyek foto yg dianggap "Beauty in Blood", dia bermaksud mengajak siapa pun yg melihat foto-fotonya buat menikmati rona-rona cerah serta momentum mobilitas darah. Intinya dia ingin orang-orang melihat darah menstruasi menjadi sesuatu yg lebih sumber sekadar 'barang' buangan.

Photo credit

Lewis mengaku mendapat pandangan baru sesudah beliau beralih sumber tampon serta pembalut ke menstrual cup. "Suatu hari, jari saya terkotori sesudah mengosongkan cup, saya mulai penasaran mengapa warga memandang menstruasi menjadi sesuatu yg menjijikkan."

Photo credit

Dari sana beliau memperoleh ide buat menciptakan foto-foto bernilai seni memakai objek darah menstruasi.

Photo credit

Berkolaborasi memakai suaminya Rob Lewis yg kebagian tugas memegang kamera, Jen mengabadikan momen konvoi darahnya sendiri waktu dituangkan ke pada air. Mereka mencoba banyak sekali cara buat menangkap keunikan cairan tadi.

Photo credit

"Saya senang bereksperimen memakai peralatan yg berbeda. Misalnya pipet, sumpit, serta botol sampo."

Photo credit

Apa pendapat Anda tentang karya seni Jen? Menjijikkan atau justru unik? [tsr]
adv 3

Subscribe to receive free email updates: