Pelajar di wilayah ini beli obat batuk buat mabuk-mabukan

adv 1
adv 2
Kalangan Pedagang di Kabupaten Mukomuko, Provisi Bengkulu, memilih berhenti menjual obat batuk jenis langsung. Banyak anak-anak di sana menyalahgunakan obat itu untuk mabuk-mabukan.

"Kami nir menjual obat batuk tadi lantaran poly anak-anak sekolah yang membelinya. Mereka membelinya dalam jumlah akbar," istilah pedagang di Desa Ujung Padang, Susi, di Mukomuko, Minggu (29/10). Demikian dilansir dari Antara.

Ia mengatakan, tempat usahanya baru 2 tahun berdiri. Sejak setahun terakhir sudah tak lagi jual jenis obat batuk yang tak disebutkan namanya itu.

Ia mengatakan, ketika pertama menjual obat batuk, belum ada kecurigaan terhadap pembeli obat tadi, terutama terhadap anak-anak.

Tetapi, ucapnya, semakin lama perasaan curiga mulai muncul ketika anak-anak di wilayah itu terus menerus membeli obat batuk dalam jumlah akbar.

"Pada awalnya kami bahagia lantaran produk ini cepat laku, tetapi semakin lama kami curiga lantaran isu melalui media massa sekarang ini menjelaskan marak anak-anak yang menyalahgunakan obat batuk tadi," ungkapnya.

Kabid Farmasi serta Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Erik Prasetya mengatakan, sinkron pemantauannya sudah poly warung serta toko di daerah ini berhenti menjual obat batuk langsung.

Ia mengatakan, hanya sebagian warung serta toko yang beredar di 15 kecamatan di daerah tadi yang masih menjual obat batuk tadi.

Kepada pedagang yang masih menjual obat batuk itu, beliau mengingatkan supaya membatasi penjualan obat batuk kepada anak-anak.

"Pedagang relatif menjual 2 atau tiga obat batuk itu per hari. Bagi yang masih membutuhkan obat itu mampu membelinya lagi," tandasnya. [did]
Pelajar di wilayah

Image source: https://cdns.klimg.com/newshub.id/news/2017/01/20/115799/keren-fospak-ke-5-di-kabupaten-ini-diikuti-ratusan-pelajar-170120n.jpg

adv 3

Subscribe to receive free email updates: